Penguatan Numerasi melalui Tes Kemampuan Akademik Bidang Matematika bagi Siswa SMA Islam Al Azhar sebagai Upaya Peningkatan Kesiapan Akses Pendidikan Tinggi Berkelanjutan.

Semarang, 6 Maret 2026 – Sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan menengah dan kesiapan siswa menuju pendidikan tinggi, tim dosen yang terdiri atas Farikhin, Bayu Surarso, dan Niswah Qonita bersama tim mahasiswa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMA Islam Al Azhar 14 Semarang pada Jumat, 6 Maret 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Numerasi melalui Tes Kemampuan Akademik Bidang Matematika bagi Siswa SMA Islam Al Azhar sebagai Upaya Peningkatan Kesiapan Akses Pendidikan Tinggi Berkelanjutan” ini diikuti oleh siswa tingkat akhir yang sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Program ini dirancang untuk memberikan wawasan akademik sekaligus meningkatkan kesiapan peserta dalam menghadapi berbagai bentuk seleksi masuk perguruan tinggi yang saat ini semakin kompetitif. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya kemampuan numerasi dan penalaran matematis sebagai fondasi dalam berbagai disiplin ilmu di pendidikan tinggi.

Pada sesi awal, tim pengabdian menyampaikan materi motivasi studi yang bertujuan membangun semangat belajar dan memperluas wawasan siswa mengenai pentingnya pendidikan tinggi dalam membentuk masa depan yang lebih baik. Peserta diajak memahami berbagai peluang yang dapat diperoleh melalui pendidikan tinggi, mulai dari pengembangan kompetensi, peningkatan daya saing di dunia kerja, hingga kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Selanjutnya, materi mengenai Pendidikan Tinggi di Era Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu topik yang menarik perhatian peserta. Dalam sesi ini dijelaskan bagaimana perkembangan AI telah mengubah berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan dan dunia kerja. Siswa diberikan pemahaman bahwa teknologi AI bukan sekadar alat yang akan menggantikan manusia, melainkan teknologi yang harus dipahami dan dimanfaatkan secara bijak. Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, komunikasi, serta literasi digital menjadi kompetensi yang harus dipersiapkan sejak dini agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan perubahan yang terus berlangsung.

Sesi utama kegiatan difokuskan pada penguatan kemampuan siswa dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) bidang Matematika maupun berbagai bentuk tes seleksi akademik lainnya yang banyak digunakan dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Tim pengabdian memberikan pembahasan mengenai konsep-konsep numerasi yang sering muncul dalam soal, teknik analisis permasalahan, strategi penyelesaian soal secara efektif, serta manajemen waktu saat mengerjakan tes. Kegiatan dilengkapi dengan latihan soal dan simulasi yang memungkinkan peserta mengaplikasikan langsung materi yang telah diberikan. Antusiasme siswa terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi, tanya jawab, maupun pembahasan soal. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan akademik, tetapi juga meningkat kepercayaan dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan seleksi masuk perguruan tinggi. Diharapkan program ini dapat menjadi salah satu upaya nyata dalam memperkuat kesiapan generasi muda untuk mengakses pendidikan tinggi yang berkualitas dan berkelanjutan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.