Semarang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Departemen Matematika, Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Universitas Diponegoro. Pada ajang bergengsi Research and Innovation for Semarang Excellence (RISE) Award 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Semarang, mahasiswa Matematika FSM Undip berhasil mendominasi kategori mahasiswa dengan meraih Juara I dan Juara II, seluruhnya berasal dari mahasiswa Program Studi Matematika FSM Undip.
Kompetisi RISE Award 2026 merupakan ajang inovasi dan karya tulis ilmiah tingkat Provinsi Jawa Tengah yang bertujuan mendorong budaya riset, kreativitas, serta solusi inovatif terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah. Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa perguruan tinggi (S1) se-Jawa Tengah dan melalui tahapan seleksi administrasi, substansi, expo booth, hingga presentasi final di hadapan dewan juri. Final kompetisi dilaksanakan pada 28 April 2026.
Prestasi tertinggi berhasil diraih oleh Tim Muhammad Dzulfiqor yang memperoleh Juara I melalui karya inovatif berjudul “SmartTourism Semarang: Sistem Pariwisata Cerdas Berbasis Analisis Jaringan untuk Pemerataan Distribusi Wisatawan dan Penguatan Ekonomi Lokal”. Tim ini terdiri atas mahasiswa Matematika FSM Undip, yaitu Fathari Iqbalul Khaq, Muhammad Dzulfiqor, dan Muhammad Farrel Kartadiyasa, yang berhasil lolos sebagai finalis kategori mahasiswa pada RISE Award 2026.
Sementara itu, Juara II diraih oleh Tim Nisrina Kurniati melalui karya berjudul “Terrabreeze: Adaptasi Sistem Pendinginan Evaporatif Menggunakan Terracotta untuk Mitigasi Urban Heat Island di Semarang”. Tim ini terdiri dari Evana Alizzah Is’adiyah dan Nisrina Kurniati, mahasiswa Matematika FSM Undip yang sukses membawa inovasi berbasis sistem pendinginan evaporatif sebagai solusi mitigasi peningkatan suhu perkotaan (urban heat island) di Kota Semarang. Berdasarkan laporan kegiatan, tim ini berhasil meraih Juara II pada kategori mahasiswa setelah melalui tahapan seleksi yang kompetitif dan penilaian berdasarkan aspek orisinalitas, kreativitas, metodologi, implementasi solusi, serta kualitas penyajian karya ilmiah.

Keberhasilan dua tim mahasiswa Matematika FSM Undip tersebut menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Matematika tidak hanya unggul dalam kemampuan analitis dan teoritis, tetapi juga mampu mengembangkan solusi inovatif berbasis riset untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat. Capaian ini sekaligus memperkuat kontribusi Departemen Matematika FSM Undip dalam mendukung budaya riset, inovasi, dan pengabdian berbasis keilmuan di tingkat regional maupun nasional.
Departemen Matematika FSM Undip menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa yang telah berjuang dan mengharumkan nama institusi. Diharapkan prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, aktif berkompetisi, dan menghasilkan karya yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.