Optimalisasi Produktivitas Hidroponik Gefarm di Desa Jatiroyom melalui Pengelolaan Data oleh KKN Tim II Undip

Jatiroyom, 3 Agustus 2026 – Budidaya hidroponik menjadi salah satu potensi pertanian yang berkembang di Desa Jatiroyom, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang. Salah satunya adalah Gefarm, usaha budidaya hidroponik yang telah berjalan selama kurang lebih enam tahun dengan sistem Nutrient Film Technique (NFT) dan komoditas utama selada. Tingginya permintaan pasar menjadi peluang pengembangan usaha, tetapi keterbatasan lahan, serangan hama dan penyakit, serta pencatatan produksi yang belum terstruktur menjadi tantangan dalam menjaga produktivitas budidaya.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro 2026, Maulani Rizqi dari Program Studi Matematika, melaksanakan program “Optimalisasi Budidaya Hidroponik melalui Pengelolaan dan Analisis Data Produktivitas sebagai Pendukung Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Jatiroyom.” Program ini bertujuan membantu pelaku budidaya mengelola data secara lebih sistematis sehingga dapat digunakan sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan dalam kegiatan produksi.

Data yang dikembangkan meliputi proses penyemaian, pertumbuhan tanaman, pemindahan ke lahan pendewasaan, panen, penjualan, permintaan pasar, hingga biaya operasional. Seluruh informasi tersebut kemudian dituangkan dalam spreadsheet yang dilengkapi dashboard produktivitas. Melalui dashboard tersebut, data dapat disajikan dalam bentuk grafik, seperti perkembangan produksi dan penjualan, tingkat keberhasilan penyemaian, serta perbandingan antara permintaan dan hasil produksi. Penyajian secara visual diharapkan memudahkan pelaku budidaya dalam melihat pola produksi dan menentukan strategi penanaman sesuai kondisi pasar.

Selain membantu pencatatan, sistem ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi berbagai faktor yang memengaruhi hasil budidaya, seperti tingkat keberhasilan bibit, serangan hama dan penyakit, serta kondisi nutrisi dan lingkungan tanaman. Dengan pencatatan yang konsisten, pelaku budidaya dapat mengetahui kondisi produksi secara lebih objektif dan tidak hanya mengandalkan perkiraan dalam menentukan jumlah tanaman yang akan dibudidayakan.

Sebagai pendukung implementasi, mahasiswa juga menyerahkan poster edukatif mengenai pengelolaan data produktivitas budidaya hidroponik yang memuat alur budidaya, jenis data yang perlu dicatat, serta pentingnya pencatatan untuk evaluasi usaha. Luaran tersebut diharapkan dapat menjadi media pengingat sekaligus panduan sederhana dalam penerapan budaya pencatatan.

Lebih jauh, manfaat program ini diharapkan dapat dirasakan oleh petani lain di Desa Jatiroyom, tidak terbatas pada pelaku hidroponik. Petani jagung, padi, maupun hortikultura juga dapat menerapkan pencatatan sederhana mengenai luas lahan, waktu tanam, biaya produksi, jumlah hasil panen, dan harga jual. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk mengetahui produktivitas dan keuntungan usaha tani serta membantu menentukan strategi pada periode tanam berikutnya.

Program ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan produktivitas usaha masyarakat serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengelolaan proses produksi yang lebih terukur dan efisien.

Melalui program tersebut, KKN Tim II Undip menunjukkan bahwa pengelolaan data dapat menjadi langkah sederhana namun strategis dalam pengembangan sektor pertanian desa. Dari data penyemaian hingga hasil panen, informasi yang tercatat dapat diolah menjadi dasar untuk mengambil keputusan yang lebih terarah, sehingga potensi pertanian Desa Jatiroyom dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.