Dosen Departemen Matematika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Semarang. Kegiatan ini di ketuai oleh Dr. Drs. Kartono, M.Si. dengan anggota Ratna Herdiana, M.Sc., Ph.D, Prof. Dr. Widowati, M.Si, Suryoto, S.Si., M.Si, dan Y.D. Sumanto, M.Si serta melibatkan mahasiswa dari Departemen Matematika yaitu Maia Cahya Iqlima, Indah Nirwana, Hilman Awaludin, Raymond Etmel Hutagalung dan Sekar Asrining Puri. Mitra kegiatan pengabdian adalah Batik “Tri D Ayu” yang merupakan kelompok masyarakat pengrajin batik di Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang dengan anggota 30 orang perempuan yang sedang mengembangkan wirausahanya

Gambar 1. Tim Pengabdian masyarakat bersama kelompok pengrajin batik dan mahasiswa di tempat home industri batik “Tri D Ayu” kelurahan Meteseh
Tema kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah penerapan teknologi tepat guna canting cap untuk peningkatan kompetensi dan ketrampilan masyarakat pengrajin batik pada proses pengecapan berbasis konsep kristalografi. Kegiatan pengabdian disambut dengan antusias oleh ketua kelompok pengrajin batik “Tri D Ayu” (Ibu Suminah). Kartono menyampaikan bahwa dampak dari kegiatan ini diharapkan berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) yaitu tanpa kemiskinan (SDG#1)), pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak bagi perempuan(SDG#8), inovasi (SDG#9).
“Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat pengrajin batik dan sekaligus koordinasi dengan mitra untuk pelaksanaan program. Tahapan pendekatan penyelesaian masalah yang ditawarkan meliputi: introduksi desain motif batik cap kristalografi” kata Kartono. Kegiatan ini mengawali penyelesaian dari permasalahan dalam bidang produksi. Transformasi bidang datar diintroduksikan untuk menghasilkan desain motif sedemikian rupa dari satu motif ini dapat menghasilkan beragam corak batik cap yang terbentuk dari konektifitasnya. Motif dasar yang menjadi ornament dalam canting cap didesain dengan memperhatikan titik-titik konektifitas (titik pivot), sedemikian sehingga canting cap dapat dioperasikan menurut operator kristalografi yang dipilih untuk menghasilkan beragam corak batik cap.

Gambar 2. Kegiatan introduksi dan pelatihan batik cap kristalografi
“Kegiatan dilanjutkan melalui praktik langsung pengecapan batik cap kristalografi” papar Kartono. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, pelaksanaan pelatihan menggunakan canting cap kristalografi yang sudah ada (hasil riset sebelumnya). Proses pengecapan merupakan proses membubuhkan lilin sebagai penangkal warna dengan menggunakan canting cap.

Gambar 3. Praktik langsung pengecapan batik cap kristalografi
Penerapan teknologi tepat guna perubinan kristalografi pada proses pengecapan mengikuti formula pengecapan yang dipilih berdasarkan operator kristalografi (refleksi, rotasi, translasi, glide-refleksi atau kombinasinya) untuk menghasilkan beragam corak batik cap.
Mitra berperan serta secara aktif pada semua pelaksanaan program, serta menyiapkan pedukung pelatihan agar pelatihan dapat berjalan lancar seperti: ruangan sosialisasi dan kelengkapannya, ruangan produksi berserta kelengkapannya selain peralatan untuk pembuatan batik, almari etalase untuk penyimpanan produk, ketersediaan air bersih, dan lokasi penjemuran.

Gambar 4. Hasil pengecapan dari peserta pelatihan
Lebih lanjut, Kartono menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi selama pendampingan telah dilaksanakan. Dalam rangka mengukur peningkatan kompetensi dan keterampilan peserta pelatihan batik cap kristalografi, pada awal pelaksanaan kegiatan diadakan pretest untuk peserta, dan di akhir program diadakan postest. Monitoring dilaksanakan pada saat pelatihan maupun pendampingan untuk menjaga pelaksanaan program sesuai perencanaan. Hasil test dan pengamatan menjadi materi evaluasi, yang berguna untuk melakukan keberlanjutan program. Pendampingan dan konsultasi tak terjadwal juga dilakukan.