Semarang, Indonesia — Program Studi S-1 Matematika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro dengan bangga mengumumkan capaian salah satu alumninya, Bibit Waluyo Aji, yang berhasil memperoleh kesempatan melanjutkan studi doktoral (PhD) di National University of Singapore pada bidang Biomedical Engineering.
Pencapaian ini mencerminkan kualitas lulusan yang tidak hanya unggul dalam penguasaan teori matematika, tetapi juga mampu mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dalam berbagai bidang interdisipliner, khususnya pada pengembangan Artificial Intelligence (AI) untuk sistem biologis.
Sejak masa studi sarjana di UNDIP, Bibit telah menunjukkan konsistensi dalam pengembangan riset berbasis data dan pemodelan matematis. Penelitiannya mencakup pengembangan model prediksi indeks harga saham menggunakan pendekatan machine learning, seperti Gated Recurrent Unit (GRU) dan Extreme Gradient Boosting (XGBoost), yang memperkuat fondasi dalam analisis time series dan predictive modeling.
Lebih lanjut, ia memperluas kontribusinya melalui pendekatan Fuzzy Machine Learning, yang berhasil diaplikasikan dalam prediksi tingkat pengangguran dengan tingkat akurasi tinggi serta dalam identifikasi epitope virus SARS-CoV. Kemampuan ini menunjukkan fleksibilitas metodologis dalam mentransfer pendekatan matematis dari domain ekonomi ke bidang biomedis secara efektif.
Ketertarikan pada bidang biomedical AI semakin diperkuat melalui riset klasifikasi sinyal elektrokardiogram (ECG) berbasis integrasi discrete wavelet transform dan XGBoost. Selain itu, Bibit juga terlibat dalam pemodelan matematis transfer panas pada sistem alami, yaitu sarang rayap, menggunakan metode numerik dan finite element, dengan tingkat kesalahan yang sangat rendah terhadap data empiris. Hal ini menegaskan kompetensinya dalam mengembangkan model berbasis fisika yang presisi dan tervalidasi.
Selama menempuh studi di UNDIP, Bibit telah menghasilkan sembilan publikasi terindeks Scopus, yang mencerminkan produktivitas akademik serta komitmen terhadap penelitian berkualitas tinggi. Partisipasinya dalam berbagai forum ilmiah internasional juga memperkuat kapasitas komunikasi ilmiah dan jejaring global.
Di National University of Singapore, Bibit akan memfokuskan penelitiannya pada pengembangan pendekatan berbasis AI dalam cellular and molecular immunology. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip baru dalam sistem imun, dengan potensi kontribusi pada desain vaksin, antibody therapy, serta CAR-T cell therapy untuk pengobatan kanker melalui pendekatan berbasis data yang interpretable.
Dalam pandangannya, studi PhD bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan langkah strategis untuk menghasilkan inovasi yang berdampak nyata. Ia menekankan pentingnya penelitian yang bersifat translational, yaitu menjembatani temuan fundamental di laboratorium menuju aplikasi klinis dan implementasi industri.
Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Program Studi Matematika UNDIP untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan interdisipliner, serta berkontribusi dalam penyelesaian permasalahan global melalui pendekatan ilmiah yang kuat.
Sebagaimana filosofi yang dipegangnya:
“不积跬步,无以至千里。” — Xunzi (Xunzi, Quan Xue / 劝学)
“Tanpa langkah-langkah kecil yang terakumulasi, tidak akan ada perjalanan sejauh seribu li.”

Kontak & Informasi Lebih Lanjut:
Bibit Waluyo Aji (Mr.) [Math UNDIP 2020]
LinkedIn: www.linkedin.com/in/bibitaji